JawaPos.com – Hingga kini para ahli dunia masih terus berusaha menemukan vaksin untuk mengatasi pandemi virus Korona jenis baru. Sebab sejumlah negara masih tidak berdaya menghadapi Covid-19 hingga munculnya epicentrum baru bahkan gelombang kedua.
Indonesia sendiri, angka kasus Covid-19 masih fluktuatif tiap harinya. Sementara di satu sisi, pemerintah sudah siap menerapkan new normal dengan segala protokol kesehatan.
Pakar Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) dr. Syahrizal Syarif menjelaskan sejak kasus awal ditemukan di Wuhan, Tiongkok, negara itu hanya butuh waktu 7 hari untuk menentukan atau mengenali genetik virusnya. Kecanggihan teknologi membuat kemajuan dalam bidang kesehatan sepanjang peradaban manusia.
Kemudian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pengendali menyatakan ini sebagai pandemi. Namun disayangkan, kata dia, Indonesia terlihat gagap dalam menangani pandemi Covid-19 saat fase awal. Walaupun belakangan, Indonesia mulai berusaha menangani situasi untuk mencegah chaos dalam bidang kesehatan.
“Ada negara yang tak mengerti bagaimana menangani wabah ini di awal-awal. Dan Indonesia enggak mengerti apa yang harus dilakukan saat awal, sangat gagap. Dan Indonesia satu-satunya negara Asean yang mengalami fluktuasi dalam jumlah kasus,” papar dr. Syahrizal.
Negara-negara lain, lanjutnya, barangkali juga sulit mencontoh Wuhan yang begitu kuat dalam hal komando mengontrol semua pergerakan saat Lockdown. Negara lain harus punya kepemimpinan yang kuat untuk meniru Wuhan. Apalagi tingkat keparahan situasi juga ditentukan oleh faktor ekonomi negara tersebut.
“Negara yang low income, middle, dan high income berbeda dalam menangani wabah. Ekonomi terpukul, 3 sektor paling terpukul seperti pariwisata, penerbangan, dan akomodasi,” ujarnya.
Di luar penanganan di Indonesia, Covid-19 dikatakan WHO tidak akan segera berakhir dari muka bumi. Sebab, sedikitnya ada 13 negara low income yang tengah menghadapi beban berat menghadapi pandemi.
“Mengapa bertahan lama, karena ada wilayah miskin di Amerika Latin dan Afrika yang masih mengalami beban,” jelasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
from JawaPos.com https://ift.tt/2XegBF2