Endorsement Mencapai Rp 1,46 Triliun, Federer Jadi Atlet Paling Tajir

JawaPos.com-Untuk kali pertama, daftar atlet terkaya versi Forbes dipuncaki seorang petenis. Roger Federer. Bukan lagi pemain bola atau petinju. Pandemi Covid-19 menjadi salah satu penyebabnya.

Benar memang kalau pandemi Covid-19 disebut melahirkan peristiwa-peristiwa serbapertama. Termasuk di daftar atlet terkaya versi Forbes yang dirilis dini hari kemarin.

Untuk kali pertama dalam sejarah, seorang petenis memuncaki list prestisius tersebut. Dia adalah kesayangan semua orang: Roger Federer.

Selama periode Juni 2019 hingga Juni 2020, petenis asal Swiss yang berusia 38 tahun tersebut mengumpulkan kekayaan sebesar USD 106,3 juta atau setara Rp 1,56 triliun. Mengudeta kapten Barcelona Lionel Messi yang memuncaki daftar tersebut tahun lalu.

Penghasilan King Fed –sebutan Federer– juga lebih tinggi daripada mesin uang Juventus Cristiano Ronaldo.

Itu tidak hanya menjadi sejarah bagi King Fed pribadi. Tapi juga dunia tenis secara keseluruhan. Meski menjadi salah satu cabang olahraga dengan hadiah individual tertinggi, pemain tenis belum pernah menjadi atlet terkaya di dunia.

Daftar Forbes lebih sering dipuncaki petinju (mulai Mike Tyson, Evander Holyfield, hingga Floyd Mayweather Jr), pemain basket (Michael Jordan), dan pesepak bola (Ronaldo serta Messi).

Juga, tentu saja, tidak ada yang bisa memungkiri keperkasaan penghasilan Tiger Woods. Golfer top itu pernah menduduki puncak daftar Forbes selama sepuluh tahun beruntun!

Nah, kalau sekarang Federer sukses menggusur Ronaldo dan Messi, salah satu penyebabnya ternyata persebaran virus korona baru. ”Pandemi Covid-19 membuat penghasilan para pesepak bola turun karena gajinya dipotong. Itu dialami Messi dan Ronaldo,” papar editor senior Forbes Kurt Badenhausen.

Ronaldo mengalami pemotongan gaji sebesar EUR 3,8 juta atau setara Rp 61,84 miliar. Sedangkan Messi menyepakati pemotongan sebesar 70 persen selama pandemi virus korona.

Kapten timnas Argentina itu dilaporkan mendapat gaji sebesar USD 610 ribu (atau setara Rp 8,9 miliar) per pekan.

Kondisi Federer sejatinya tidak lebih baik. Australia Terbuka adalah satu-satunya turnamen yang dia ikuti tahun ini. Itu pun hanya sampai semifinal, kalah oleh Novak Djokovic. Hadiahnya USD 1,04 juta atau setara Rp 15,2 miliar. Setelah itu, ATP Tour mandek hingga sekarang.

Tahun lalu dia masih menembus final Wimbledon, perempat final AS Terbuka, dan final ATP Finals. Itu pun, prize money yang dia koleksi tidak banyak. Totalnya ”hanya” USD 6,3 juta. Sisanya, yang justru paling besar, berasal dari endorsement.

Setahun terakhir nilai endorsement dia mencapai USD 100 juta atau sekitar Rp 1,46 triliun.

Dia punya kontrak jangka panjang dengan merek apparel asal Jepang Uniqlo. Nilainya fantastis, sebesar USD 300 juta (Rp 4,39 triliun) untuk 10 tahun. Belum lagi dari sponsor yang lain.

Kepribadian Federer yang sangat baik menjadi salah satu faktor dia begitu dicintai sponsor. Image dia sangat bagus. Sopan, family man, dan punya manner bagus di lapangan.

”Kami merasa, pengaruh terbesar Federer belum mencapai puncaknya,” kata Kepala Kreatif Global Uniqlo John Jay seperti dilansir Bleacher Report. ”Tentu saja itu sangat dipengaruhi statusnya sebagai atlet terbaik sepanjang masa. Tapi, kemampuan Roger untuk membawa perubahan positif di dunia ini adalah masa depan yang cocok buat kami,” lanjutnya.

Secara keseluruhan, resesi (plus pandemi yang memperparah kondisi) membuat total penghasilan atlet turun. Tahun lalu Messi menjadi atlet terkaya dengan pendapatan USD 127 juta atau Rp 1,86 triliun.

Sementara itu, total pendapatan yang dikumpulkan oleh atlet dalam list 100 besar Forbes hanya USD 3,6 miliar atau Rp 52,76 triliun. Turun 9 persen dari tahun lalu.

from JawaPos.com https://ift.tt/3gH7hRI

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai