Kemenko Marves Sebut Baru 20 Persen Nelayan yang Terima BLT Pemerintah

JawaPos.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat, ada 1,1 juta nelayan yang terdampak Covid-19. Rencananya nelayan, petambak dan pembudidaya akan mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 600 ribu.

Akan tetapi, belum semua BLT tersalurkan. Dari jumlah tersebut, baru 20 persen saja akibat adanya kendala terkait data. Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Safri Burhanuddin.

“Menteri KKP bilang ada 1,1 juta nelayan yang terdampak, nah, ini dibagi dulu, siapa yang dapat BLT. Kendalanya, setelah sinkron dengan data Kemensos, hanya 20 persen yang masuk basis data, makanya harus ada harmonisasi lagi,” ujarnya dalam diskusi online, Minggu (31/5).

Maka dari itu, saat ini pihaknya tengah berusaha untuk menyelesaikan data yang tumpang tindih sebesar 80 persen, agar BLT dapat tersalurkan kepada mereka. Bagi yang tengah berjalan, BLT akan diberikan per bulannya hingga Desember 2020.

Sebelumnya, sempat ada wacana untuk mengganti bantuan tersebut dengan menyediakan sarana dan prasarana perikanan, seperti bibit, pakan dan lainnya. Akan tetapi, semua pihak terkait sepakat untuk menyalurkan bantuan dalam bentuk uang tunai. Hal ini agar bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing masyarakat yang terdampak.

“Tadinya ada bentuk bibit, pakan, tapi sekarang ini cash semua. Tadinya kan mau diganti tapi nggak jadi, kan mungkin ada yang butuh, ada yang nggak butuh, kalau uang kan bisa mereka pakai sesuai dengan kebutuhan,” terang dia.

Terkait penjagaan keseimbangan permintaan dan penawaran di sektor perikanan, pihaknya telah menugaskan BUMN di industri perikanan seperti Perum Perindo untuk menyerap hasil panen jika pasar tidak memenuhi. Sebab, banyak usaha yang tutup sementara akibat Covid-19.

“Di sini peran BUMN perikanan. Ada surat Menteri KKP dan Menteri BUMN untuk mengambil hasil panen perikanan agar nggak overstock, jadi kita jamin produk teman-teman terjaga kalau pasar domestik belum cukup, nanti akan masuk ke BUMN,” tutup Safri.

from JawaPos.com https://ift.tt/36TxBUw

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai