Sentra Mulai Panen, Harga Bawang Merah Berangsur Turun

JawaPos.com – Konsumen layak bernafas lega, harga bawang merah berangsur turun saat ini, seiring dengan bertambahnya pasokan dari sentra bawang merah. Diperkirakan harga akan normal kembali, setelah dimulainya panen di beberapa sentra besar utamanya, termasuk Brebes.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo sebelumnya mengingatkan jajarannya, agar menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah kondisi ketidakpastian seperti sekarang ini, salah satunya komoditas bawang merah.
Panen raya diperkirakan akan terjadi hingga pertengahan Juni nanti dan dapat mengisi kebutuhan di Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta dan sekitarnya. Roy, salah satu pedagang bawang merah di Pasar Induk Kramatjati menyebut pasokan bawang merah sudah kembali normal.
“Hari ini (Sabtu, 30 Mei) masuk sekitar 20 mobil. Harga langsung turun. Untuk bawang merah super yang sempat di harga Rp 60 ribu sekarang jadi Rp 40 ribu per kilo. Yang ukuran sedang harganya Rp 31 ribu sampai Rp 35 ribu sekilo. Yang kecil malah udah di kepala 2 (Rp 20 ribu-an). Itu semua harga di tingkat Bandar,” ujarnya dalam siaran pers, Minggu (31/5).
Dalam beberapa hari kedepan, Roy memperkirakan harga semakin turun, mengingat pasokan akan masuk dari berbagai daerah, seperti Brebes, Patrol Indramayu, Cirebon sampai Nganjuk.
Menurut Roy, beberapa waktu lalu, pasokan dari Brebes untuk komoditas tersebut memang kurang, namun sekarang mulai banyak lagi. Terjadinya kurang pasokan kemarin, akibat situasi perdagangan belum normal. “Tapi sekarang sudah berangsur normal, malah bisa-bisa untuk semua kelas ukuran turun harganya,” tambah dia.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Yulia Hendrawati mengatakan pada bulan Mei-Juni sudah mulai banyak panen di daerahnya. “Totalnya sekitar 1.182 Hektar yang sudah dimulai panennya di bulan Mei. Sebagian besar adalah hasil tanaman di bulan Maret. Panen akan terus lanjut hingga Juni nanti,” kata Yulia.
Diakuinya musim tanam bawang merah di daerahnya pada awal tahun ini bergeser sekitar 1 bulan dibanding normalnya, karena petani biasa menanam padi, baru kemudian bawang merah. Jadi wajar bila selama bulan April sampai Mei bawang dari Brebes tidak sebanyak biasanya.
Mengutip data Early Warning System (EWS) dari Ditjen Hortikultura, Plt.Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian Sukarman mengatakan bahwa panen bawang merah pada bulan Mei di 18 Sentra Utama diperkirakan seluas 8.712 Hektar, dengan produksi mencapai lebih dari 89.000 Ton. Sementara itu kebutuhan wilayah Jabodetabek pada bulan Mei ditaksir sebanyak 10.488 Ton.
“Secara nasional ketersediaannya mencukupi kok. Panen juga mulai banyak terutama di sentra utama seperti Bima dan Brebes. Harga terkendali bahkan kami perkirakan semakin turun,” tandasnya.

from JawaPos.com https://ift.tt/2TU3WFn

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai