Turnamen Pengganti Bukan Kewajiban, Madura United Tak Jamin Bisa Ikut

JawaPos.com – PSSI belum memutuskan apakah kompetisi bakal dilanjutkan atau dihentikan. Induk organisasi sepak bola di tanah air itu juga belum menetapkan apakah akan menggelar turnamen pengganti jika kompetisi berhenti total.

Nah, Madura United termasuk salah satu tim yang lantang mengusulkan agar kompetisi dihentikan. Bahkan, secara tegas mereka akan menarik diri apabila kompetisi tetap dilanjutkan. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrap itu tak mau mempertaruhkan keselamatan penggawanya.

Namun, untuk opsi turnamen pengganti, Madura United tak menolak. Tim asal Pulau Garam tersebut mendukung apabila keputusan akhir PSSI memilih untuk menggelar turnamen pengganti. Hanya, Madura United tak menjamin akan berpartisipasi.

”Jadi, mending turnamen saja kalau memang dipaksakan. Tapi, kan itu terserah juga. Karena ini sifatnya turnamen,” ucap Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu Zia Ulhaq Abdurrahim. ”Bebas dong Madura United mau ikut atau tidak, karena turnamen bersifat tidak wajib,” imbuh pria yang disapa Zia tersebut.

Lebih tepatnya Madura United tidak mau gegabah. Tim besutan Rahmad Darmawan itu memilih memantau situasi pandemi. Apabila turnamen pengganti dilaksanakan saat pandemi Covid-19 mereda, Madura United mungkin akan ikut. Namun, jika turnamen pengganti digelar saat pandemi belum reda, Madura United memilih absen. Zia menilai saat ini pandemi belum mereda. Terutama di Jawa Timur yang angka persebarannya masih tinggi.

”Daripada mengambil risiko. Ini masalah nyawa. Kalau duit, besok bisa dicari. Ada 30 pemain, ada sekitar 15 ofisial dan 20 panpel. Siapa yang tanggung jawab kalau bukan kami klub sendiri,” tegas pria asal Pamekasan tersebut.

Bagaimana sikap klub lainnya? Persik Kediri melalui pelatihnya, Joko Susilo, tetap berharap ada aktivitas di lapangan. Kebetulan, kemarin tepat lima tahun keputusan pembekuan PSSI yang berujung mandeknya kompetisi. Sebagai pelatih yang pernah merasakan mandeknya kompetisi, Joko berharap peristiwa serupa tak kembali terjadi tahun ini. Dia berharap, meskipun tidak dalam bentuk kompetisi resmi, paling tidak ada turnamen seperti yang terjadi pada 2015 silam.

”Jangan sampai sepak bola mandek total. Karena banyak yang menggantungkan hidup di sepak bola,’’ kata Joko. ”Pada 2015 lalu, kami bisa ’ngamen’ di turnamen. Semoga musim ini juga,” imbuh pelatih yang pernah menangani Arema FC tersebut.

Jika akhirnya dilaksanakan turnamen pengganti, Joko berharap tidak hanya dikhususkan kepada Liga 1, tetapi juga mencakup Liga 2. ”Karena yang terdampak pandemi ini kan bukan hanya Liga 1. Namun, Liga 2 juga,” ucap pria yang akrab disapa Gethuk itu.

Kalau nanti diadakan turnamen pengganti, Gethuk berharap protokol kesehatan tetap diperhatikan. ”Harus ada pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan suhu badan atau yang lainnya. Atau, kalau bahkan sampai harus karantina, ya harus dilakukan,” tutur Gethuk.

from JawaPos.com https://ift.tt/2ZSZhqQ

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai