JawaPos.com – Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Agus Andrianto melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di Jatim Sabtu (30/5). Jenderal bintang tiga itu mendatangi RS Bhayangkara Samsoeri Mertoyoso di Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Kabaharkam menyerahkan bantuan Mabes Polri berupa 18 ribu alat pelindung diri (APD).
APD itu terdiri atas beberapa macam. Mulai masker, pelindung wajah, kacamata, sarung tangan, pakaian medis, pelindung sepatu, sampai peralatan rapid test. Belasan ribu APD tersebut akan dibagikan ke 10 RS Bhayangkara di Jatim.
Kabaharkam menyatakan, bantuan lain diberikan dalam waktu dekat. Bantuan itu berupa satu unit mobil laboratorium PCR dengan kapasitas 100 spesimen per hari. Juga, 20 unit ventilator.
”Bantuan ini merupakan wujud kepedulian mabes kepada jajaran di daerah,” ungkapnya.
Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran mengapresiasi bantuan tersebut. Jatim saat ini membutuhkan banyak peralatan medis. Sebab, jumlah pasien yang terpapar Covid-19 terus meningkat. Tingginya kurva pasien perlu dibarengi dengan stok APD. Dengan begitu, petugas medis bisa menjalankan tugas dengan tenang. ”Bantuan ini bisa mengoptimalkan penanganan pasien,” katanya.
Jenderal bintang dua tersebut menjelaskan, bantuan itu nanti tidak hanya dipakai di Surabaya, tapi juga di beberapa wilayah Jatim. ”Dibagikan ke RS Bhayangkara lain. Karena yang lain juga membutuhkan,” terangnya. Sebagian besar APD akan dimaksimalkan di Kota Pahlawan. Sebab, jumlah pasien yang ditangani lebih banyak daripada wilayah lain.
Fadil menambahkan, Polda Jatim berencana menggelar rapid test masal dalam waktu dekat. ”Langkah percepatan penanganan dijalankan. Tidak hanya menangani pasien yang sudah terpapar, tapi juga deteksi dini,” tuturnya.
Beasiswa Pejuang Covid-19

UNIVERSITAS CIPUTRA – Di tengah situasi pandemi, pendidikan tidak boleh terhenti. Universitas Ciputra (UC) berupaya ambil peran dengan memberikan beasiswa pendidikan kepada calon mahasiswa S-1 yang orang tuanya merupakan garda depan pejuang Covid-19. Mulai tenaga medis, TNI, Polri, hingga mereka yang terdampak langsung Covid-19.
Vice Head Marketing and Admission UC Listia Maya menuturkan, pendaftaran beasiswa pejuang Covid-19 dimulai awal Mei. Rencananya, pendaftaran ditutup pada Agustus. Setiap pelamar akan melalui beberapa tahap. Mulai seleksi online yang meliputi tes potensi akademik, studi kasus, sampai wawancara.
Pelamar juga melampirkan surat keterangan profesi orang tua dari instansi terkait. ”Beasiswa pejuang Covid-19 maksimal ada yang gratis kuliah selama empat tahun. Kami akan asesmen terlebih dulu,” tuturnya. (sam/c15/nor)
Donasi Sepatu untuk Anak-Anak

SZ MODEL MANAGEMENT – Untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi, SZ Model Management Surabaya mendonasikan sepatu kepada anak-anak yang kurang mampu. Koodinator SZ Model Management Suci Agustina mengatakan bahwa bantuan itu diserahkan ke panti asuhan dan masyarakat sekitar Karang Asem, Wonorejo, Gunung Anyar, Tenggilis, dan Rungkut. Bukan hanya sepatu, mereka juga membagikan bingkisan Lebaran. ’’Mayoritas orang tua mereka terdampak pandemi. Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak tersebut,’’ ucapnya. (nas/c20/nor)
Wujud Penghormatan kepada Nakes

UNESA: Civitas academica Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui prodi D-4 fashion design fakultas teknik menyumbangkan 100 baju alat pelindung diri (APD) dan 50 masker batik ke dua rumah sakit di Surabaya. Yaitu, RSI Jemursari dan RSI A. Yani. Bantuan tersebut merupakan hasil produksi sendiri. ”Ini sebagai wujud penghormatan dan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang telah berjuang di garda depan dalam penanganan Covid-19,” tutur Dekan Fakultas Teknik Unesa Dr Maspiyah MKes. (oby/c15/nor)
from JawaPos.com https://ift.tt/3ex77uk