Disdukcapil Sleman Buka Kembali Pelayanan Perekaman KTP Elektronik

JawaPos.com–Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta, membuka kembali pelayanan perekaman KTP elektronik terhitung mulai 2 Juni. Hal tersebut sebagai tindak lanjut penerapan kebijakan new normal pada masa pandemi Covid-19.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Sleman Jazim Sumirat menyatakan, pembukaan kembali layanan perekaman KTP elektronik tersebut sesuai dengan arahan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pelayanan perekaman KTP elektronik tersebut tetap mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan Permenkes Nomor HK.OI .07/Menkes/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

”Petugas perekam dilengkapi dengan APD hazmat lengkap, peralatan perekaman dibersihkan dengan cairan alkohol 70 persen setiap selesai dipakai untuk merekam,” kata Jazim Sumirat seperti dilansir dari Antara pada Senin (1/6).

Dia mengatakan, ruang perekaman didesain sedemikian rupa sehingga tetap terjaga social distance dan meminimalisir kontak langsung antara petugas dengan pemohon.

”Petugas pelayanan berhak menolak pemohon yang tidak mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan SOP pelayanan yang telah ditetapkan. Pendaftaran perekaman KTP elektronik tetap dilakukan melalui online dengan nomor WA 089526958822 dan dalam satu hari dibatasi maksimal 20 orang,” kata Jazim Sumirat.

Jazim mengatakan, untuk pelayanan adminduk berdasar Permendagri Nomor 109 Tahun 2019 tentang Formulir dan Buku yang Digunakan dalam Administrasi Kependudukan mengamanatkan perubahan spesifikasi materi bahan baku produk layanan adminduk yang sebelumnya menggunakan bahan baku security printing menjadi bahan baku kertas HVS 80 gram ukuran A4 warna putih.

”Dengan perubahan spesifikasi tersebut diikuti perubahan sistem pelayanan, yakni masyarakat dapat melakukan pencetakan mandiri produk layanan berupa Kartu Keluarga (KK) dengan kertas HVS 80 gram warna putih,” terang Jazim Sumirat.

Menurut dia, seluruh produk layanan adminduk ditandatangani secara digital atau tanda tangan elektronik (TTE) oleh kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

”Sistem pelayanan dilakukan dengan syarat pemohon harus memberikan alamat email pribadi dan kemudian aplikasi pelayanan secara otomatis akan mengirimkan ke email tersebut berupa PIN dan link input pencetakan dokumen,” ujar Jazim Sumirat.

Selanjutnya pemohon dapat melakukan pencetakan dengan cara klik link cetak dokumen untuk masuk ke sistem layanan online Kemendagri (layananonline.dukcapil.kemendaqri.go.id) kemudian masukkan PIN dan lakukan cetak.

”Permendagri Nomor 109 Tahun 2019 mengamanatkan pencetakan produk layanan adminduk dengan kertas HVS 80 gram ukuran A4 warna putih paling lambat 1 Juli 2020,” kata Jazim Sumirat.

Dengan sistem pelayanan tersebut, kata dia, diharapkan terwujud pelayanan yang mudah, cepat, dan berbasis digital sesuai dengan konsep Dukcapil go Digital.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

from JawaPos.com https://ift.tt/3dkdlO4

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai