Lebaran di Tengah Pandemi, Telkomsel Ukir Kenaikan Trafik Layanan Data

JawaPos.com – Momen Ramadan dan Idul Fitri 1441 Hijriah baru saja berlalu. Kedua momen penting bagi masyarakat Muslim di seluruh dunia itu sangat disayangkan harus berlangsung di tengah pandemi Covid-19 pada tahun ini.

Kendati di tengah wabah yang juga menimpa negara lain di seluruh dunia, Ramadan dan Lebaran yang biasanya ditandai dengan bersilaturahmi dan saling bermaaf-maafan tetap dilakukan dengan khidmat oleh masyarakat Muslim di seluruh dunia. Tak bisa bersua secara langsung, akses layanan internet bisa jadi alternatif untuk tetap mengisi kemeriahan Lebaran dengan bersilaturahmi secara virtual.

Terkait hal tersebut, bersilaturahmi secara virtual di momen Ramadan dan Lebaran tahun ini, opsel (operator seluler) pelat merah Telkomsel mengklaim telah membukukan kenaikan yang signifikan untuk layanan data internet di tanah air selama periode Ramadan dan Lebaran. Kenaikan trafik layanan data internet diklaim mencapai 22,8 persen jika dibandingkan dengan periode penggunaan normal di hari biasa.

Pemanfaatan layanan berbasis data tertinggi bahkan hingga mencapai 26,7 petabyte. Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, pihaknya memahami bahwa momen Lebaran tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tantangan di masa pandemi Covid-19 mengubah cara masyarakat dalam merayakannya.

“Maka dari itu, sebagai connectivity enabler, Telkomsel berupaya untuk memastikan seluruh pelanggan dapat tetap menjalin silaturahmi dan saling terhubung dengan orang-orang tercinta walau harus dilakukan dari rumah,” ungkapnya.

Sepanjang momen Ramadan dan Lebaran tahun ini, secara persentase, lanjut Setyanto, wilayah operasional Telkomsel di Sumatera Bagian Selatan, Sumatera Bagian Utara, dan Jawa Barat mengalami peningkatan penggunaan layanan data, dengan pertumbuhan tertinggi sekitar 35 persen dibandingkan hari normal.

Telkomsel mencatat terjadi kenaikan trafik layanan data di sejumlah wilayah yang biasanya ditinggal oleh sebagian besar masyarakat untuk mudik seperti wilayah operasional Jabodetabek.

Pada Hari Raya Idul Fitri kali ini, trafik layanan data di Jabodetabek melonjak sekitar 60,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di sejumlah wilayah seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur yang biasanya menjadi destinasi utama mudik dan paling banyak menerima kedatangan pelanggan dari wilayah lainnya pada periode tersebut di masa pandemi ini mengalami penurunan kedatangan pelanggan sebesar -83 persen untuk wilayah Jawa Tengah, -77 persen untuk Jawa Barat, dan -83 persen untuk Jawa Timur.

Pada Hari Raya Idul Fitri 2020, pelanggan Telkomsel juga lebih banyak memanfaatkan layanan komunikasi berbasis data sebagai sarana silaturahmi virtual sehingga mengalami kenaikan sebesar 75,4 persen. Sedangkan layanan video streaming naik 13,8 persen dan mobile gaming naik 83,7 persen, dimana layanan ini banyak dimanfaatkan pelanggan untuk mengisi waktu beraktivitas dan bersilaturahmi di rumah selama Lebaran.

Telkomsel juga mencatat, selama momen tersebut lima aplikasi berbasis digital yang paling banyak diakses pelanggan (secara berurutan) antara lain Youtube, Facebook, Whatsapp, Instagram dan Google Service. Platform media sosial sendiri secara keseluruhan menjadi layanan berbasis data yang paling sering diakses oleh pelanggan, dengan proporsi 30,8 persen dari total jenis layanan data yang diakses selama momen Ramadan dan Lebaran 2020.

Di sisi lain, layanan suara dan SMS mengalami penurunan trafik jika dibandingkan dengan hari normal. Trafik layanan suara turun sebesar -0,9 persen menjadi 1,1 Miliar Menit, sedangkan trafik layanan SMS turun -12,1 persen menjadi 495 juta SMS. Penurunan trafik pada layanan legacy ini terjadi akibat semakin kuatnya adopsi masyarakat dalam pemanfaatan layanan broadband dan digital, khususnya dalam berdaptasi dengan gaya hidup baru untuk mendukung produktivitas saat beraktivitas di rumah selama pandemi Covid-19 saat ini.

Selama periode tersebut, tahun ini Telkomsel mengklaim telah memusatkan optimalisasi kualitas dan kapasitas jaringan di sekitar 436 point of interest (POI) yang berfokus pada 309 titik area residensial, 58 titik rumah sakit rujukan Covid-19, 38 titik area transportasi utama di tiap provinsi, serta 31 titik area transportasi logistik, alat kesehatan, dan kebutuhan pokok.

Selain itu, Telkomsel juga melakukan pengamanan jaringan di akses jalur tol dan jalan utama sepanjang 16.000 km yang terbentang dari wilayah Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan. Khusus titik POI residensial mengalami kenaikan trafik data yang signifikan yaitu mencapai 31,7 persen apabila dibandingkan dengan hari normal atau sebelum diberlakukannya kebijakan imbauan work from home (WFH).

Saksikan video menarik berikut ini:

from JawaPos.com https://ift.tt/2yPwvwf

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai