Nadin Amizah: Dulu, Kini, dan Nanti

Pada usia 20 tahun, Nadin Amizah mempunyai banyak hal yang menunjukkan bahwa dirinya adalah penyanyi berkualitas. Perempuan yang baru merilis album perdananya itu membuktikan, untuk bisa sukses, seorang penyanyi tak harus memilih genre musik yang maintsream.

MASUK INDUSTRI MUSIK LEWAT ALL GOOD

Empat tahun lalu, saat masih sekolah di SMAN 67 Jakarta, Nadin hobi meng-cover lagu di akun media sosialnya. Dia meng-cover lagu Bon Iver, Aurora, atau penyanyi yang biasanya kurang dikenal publik. ’’Bahkan, beberapa orang yang awalnya nggak tahu penyanyi yang lagunya aku bawakan akhirnya jadi tahu,’’ kata perempuan yang pernah ikut kursus vokal saat duduk di bangku SD tersebut.

Hobinya itu menarik perhatian pihak TRANS TV. Mereka lantas memanggil Nadin untuk ikut ajang Social Media Sensation. Lagu-lagu yang harus dinyanyikan bergenre pop. ’’Alhamdulillah aku juara III,’’ cerita Nadin saat dihubungi Jawa Pos pada Sabtu (30/5).

Nah, dari program itu, dia dilirik DJ Dipha Barus. Sang disjoki lantas menggandeng anak ketiga dari lima bersaudara tersebut sebagai rekan duetnya di lagu All Good.

Nadin kembali mencoba genre lagu yang berbeda dengan yang sering dibawanya. ’’Aku pas itu seneng sih karena ini jadi awal buatku masuk ke industri musik,’’ ungkapnya.

BELOK KE FOLK DAN BALADA

Setahun menyanyikan lagu-lagu pop dan EDM, Nadin mulai berada di titik penentuan. Mahasiswi London School of Public Relations itu mengaku beberapa kali tidak nyaman ketika menyanyikan lagu yang liriknya nggak relate sama perasaannya. ’’Bukan masalah genrenya sih, tapi aku kebiasaan nyanyi berdasar perasaanku saat itu,’’ ucapnya.

Nadin suka menulis puisi. Apa yang dia rasakan dituangkan dalam bentuk syair yang kemudian hari menjadi cikal bakal lagu-lagunya. Dia juga suka menggunakan kata-kata yang jarang terdengar orang awam.

Dengan latar belakang tersebut, dia akhirnya memutuskan inilah saatnya menekuni genre musik yang disukainya, folk dan balada. Dalam kondisi yang sedang sedih, Nadin menulis lagu Rumpang, single solo pertamanya, dan merilisnya pada 2018. Namanya pun mulai melejit.

BISA MENANGIS SAAT TULIS LIRIK

Setelah Rumpang diterima baik penikmat musik, Nadin semakin produktif menulis lirik dan merilis lagu folk. Antara lain, Sorai, Seperti Tulang, dan Star. Semua liriknya dibuat berdasar perasaan dan pengalamannya. ’’Kalau pas nulis (lirik), aku bisa sampai nangis lho,’’ tuturnya.

Cara menyanyinya juga sangat apik. Salah satu rekan sesama penyanyi menyebut Nadin seperti sedang menuturkan cerita sedih dengan iringan nada. Suaranya diiringi lantunan musik yang sendu, lembut, atau lambat. Dia menyampaikan pesan di lagunya dengan penuh penghayatan.

NADIN AMIZAH FOR JAWA POS

Keputusan Nadin menekuni genre yang sesuai keinginannya mendapat apresiasi. Berkat lagu Rumpang, putri pasangan Intan Gurnita Widiatie dan Ruli Afian Yusuf itu meraih dua penghargaan di AMI Awards 2019. Yakni, Pendatang Baru Terbaik dan Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik.

RILIS ALBUM PERDANA

Pada hari ulang tahunnya Kamis lalu (28/5), Nadin memberikan hadiah untuk para fansnya. Sebuah album berjudul Selamat Ulang Tahun dirilis. Berisi sepuluh lagu, album itu dikerjakan sejak tahun lalu. Beberapa proses pengerjaan dan rekaman dilakukan di kamarnya, tempat yang menjadi saksi perasaannya bertahun-tahun.

Album Selamat Ulang Tahun adalah rangkuman dan renungan hidupnya selama masa remaja. Sebelum beralih ke momen kedewasaan alias usia 20-an, dia ingin kembali mengenang segala proses dan mengapresiasi orang-orang di sekitarnya. Ada lagu untuk orang tua, saudara, serta sahabat. Semua dia tulis sendiri.

Ada satu lagu di album itu yang menurutnya cukup ceria. Judulnya Beranjak Dewasa. ’’Bahkan, ada beberapa yang sebenarnya tidak masuk ke genre folk sih,’’ ungkapnya yang juga menggandeng Mikha Angelo dan Petra Sihombing untuk ikut mengerjakan beberapa lagu di album barunya.

INGIN KONSER LIVE

Perjalanan karir Nadin masih panjang. Usia 20 tahun, bagi Nadin, adalah pintu masuk ke perjalanan dan impian yang lebih besar.

Dia mengaku ingin membuat konser. Apalagi, dia baru merilis album pertama. Sebenarnya, dia sudah bertemu dengan tim produksi. Namun, karena ada pandemi, persiapan konser tertunda. ’’Aku maunya konser solo live, bukan virtual, karena ini kan konser pertama aku. Jadi pengin benar-benar ketemu langsung sama penggemar,’’ jelas penyanyi yang lebih suka telanjang kaki ketika manggung itu.

NADIA YANG…

  • Hobi beres-beres.
  • Suka banget makan dan tidak melakukan diet. ’’Aku suka makan apa aja. Malam-malam aku suka ke dapur,’’ ujarnya.
  • Kalau nervous, jadi banyak bicara dengan topik yang random. Mulai cuaca, politik, es krim, sampai konspirasi.
  • Selera humornya receh. ’’Apalagi kalau ketemu sama orang yang selera humornya sama haha,’’ katanya.
  • Penggemar K-Pop. Dia menyukai IU dan Big Bang.

REKOMENDASI LAGU DI ALBUMNYA

  • Didengar saat hujan: Mendarah dan Paman Tua
  • Lagu untuk self-love: Cermin
  • Dimainkan untuk merayakan anniversary pacaran: Taruh
  • Lagu untuk persahabatan atau prom nite : Beranjak Dewasa
  • Ketika patah hati: Rumpang

from JawaPos.com https://ift.tt/3gDr8BD

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai