JawaPos.com – Era new normal menjadi salah satu tantangan di dunia pendidikan. Saat ini sejumlah perguruan tinggi di Surabaya pun telah menyiapkan diri untuk menjalani era new normal. Salah satunya dengan memaksimalkan sistem belajar-mengajar dalam jaringan (daring) alias online.
Rektor Unair Prof Mohammad Nasih menyatakan bahwa jadwal masuk perkuliahan akan disesuaikan dengan penerimaan mahasiswa baru (maba). Saat ini pihaknya masih menunggu proses penerimaan maba jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) dan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) pada 5–12 Juli 2020. ”SBMPTN kami baru bisa umumkan pada 25 Juli. Itu jika tidak ada perubahan jadwal,” katanya.
Kemudian akan dilanjutkan dengan penerimaan maba melalui jalur mandiri pada Agustus. Dengan begitu, proses belajar-mengajar atau perkuliahan mungkin baru bisa dimulai awal September. ”Untuk perkuliahan semester gasal tahun akademik 2020–2021,” ujarnya.
Nasih menjelaskan, saat ini Unair telah melakukan persiapan untuk menghadapi era new normal. Beberapa mata kuliah yang bisa dilakukan secara online akan dimaksimalkan. Untuk mata kuliah yang tidak bisa dilakukan secara online, kampus akan menyiapkan laboratorium yang di-setting tempat duduknya. ”Sehingga tetap memenuhi kriteria pencegahan Covid-19,” ucap dia.
Nasih pun optimistis Unair dapat menerapkan perkuliahan daring di semester gasal tahun ini. Sementara orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) tetap akan dilaksanakan. Hanya, pelaksanaannya ditunda ke semester berikutnya dalam kondisi yang memungkinkan dilakukan pertemuan fisik. ”Berkaitan dengan pengenalan kampus, bisa dilakukan secara daring. Kalau ospek secara fisik tetap dilaksanakan. Mungkin di semester II atau III,” ujarnya.
Saat ini Fakultas Kedokteran (FK) Unair pun melakukan persiapan untuk penerapan new normal. Dekan FK Unair Prof dr Soetojo SpU mengatakan, FK Unair tengah mempersiapkan segala sesuatu untuk menunjang pembelajaran dengan pola yang baru. Salah satunya kuliah daring. ”Proses pembelajaran di FK Unair tentunya akan balik lagi seperti semula, tetapi tidak sepenuhnya sama,” terangnya.
Soetojo mengungkapkan, dalam pembelajaran di FK ada praktikum. Kegiatan praktikum akan diatur kembali sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19. Saat pembelajaran di laboratorium, jarak antar-tempat duduk akan diatur.
Selain itu, sarana dan prasarana laboratorium akan ditambah. Pihaknya juga bakal mengatur jadwal mahasiswa yang akan praktikum agar tidak terlalu berlebih di dalam laboratorium. ”Nanti, saat new normal, kami akan padukan antara daring dan tatap muka. Dengan cara itu mahasiswa FK Unair akan mendapatkan lebih banyak hal baru,” ujarnya.
Soetojo menambahkan, berdasar laporan seluruh departemen yang ada di FK Unair selama pandemi Covid-19, dosen dan mahasiswa bisa menjalankan proses pembelajaran dengan lancar. ”Bahkan, pembelajaran daring dinilai jauh lebih efektif dan efisien,” terangnya.
Pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair dr Muhammad Atoillah Isfandiari menyatakan, new normal adalah pola hidup baru. Seseorang akan terpaksa menjalani kehidupan baru. Dari keterpaksaan tersebut akan menjadi biasa. ”Setelah terbiasa, baru kemudian menjadi budaya. Dan menjadi bagian karakter kita semua,” tuturnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
from JawaPos.com https://ift.tt/3gF7g0P