JawaPos.com – Jumlah pasien positif Covid-19 masih terus bertambah. Sebagai upaya deteksi dini, Badan Intelijen Negara (BIN) bersama Pemkot Surabaya menggencarkan tes rapid dan swab secara masal. Sampel diambil di kompleks Pasar PPI, Krembangan, yang dikenal sebagai zona merah pada Sabtu (30/5).
Dari pantauan, antusiasme masyarakat Surabaya untuk mengikuti rapid test cukup tinggi. Mereka antre sejak pagi. Selain dari Kota Pahlawan, tes diikuti warga luar daerah seperti Gresik dan Sidoarjo.
Tes dimulai sekitar pukul 07.00. Hingga Sabtu sore, tercatat lebih dari 350 orang mengikuti pengecekan kesehatan. Ada lebih dari 100 orang yang dinyatakan reaktif. Mereka harus menjalani uji swab dan isolasi untuk sementara waktu.
Camat Krembangan Agus Tjahyono menjelaskan, rapid test diadakan selama dua hari. Targetnya mencapai 500 orang. Sasarannya adalah warga di zona merah. Namun, panitia tetap melayani masyarakat di daerah lain. ’’Kami sudah mengimbau seluruh masyarakat di zona merah untuk ikut serta. Namun, jumlah pasti yang bersedia belum terdata,’’ kata Agus.
Dia mengungkapkan, ada warga yang hasil rapid test-nya reaktif. Mereka langsung diisolasi di hotel.
Kepala Puskesmas Krembangan Selatan dr Dayanti Dadiningrum menyebutkan, ada 300 orang yang menjadi sasaran tes masal. ’’Mereka tersebar di tiga kelurahan zona merah. Yakni, Krembangan Selatan, Perak Barat, dan Kemayoran,’’ paparnya kemarin.
Dayanti mengakui, bukan hal mudah membujuk masyarakat untuk ikut tes. Sebagian di antara mereka takut jika hasilnya positif dan harus diisolasi. Mereka tidak betah kalau harus berpisah dari keluarga untuk menjalani masa isolasi.
’’Yang perlu diketahui, warga di zona merah tidak hanya diwajibkan mengikuti rapid test. Mereka juga harus ikut uji swab,’’ jelas Dayanti.
Dia menjelaskan, puskesmas akan mengeluarkan surat rujukan. Surat tersebut ditujukan untuk kemudahan uji swab.
Tes masal di Krembangan tidak terlepas dari laju penambahan pasien Covid-19 di kecamatan tersebut. Hingga kini, ada lebih dari 200 orang yang dinyatakan positif Covid-19. Mereka tersebar di beberapa kelurahan. Yang paling banyak di Kemayoran. Sedikitnya, lebih dari 100 orang menjadi korban virus tersebut. Sebagian masih dirawat di rumah sakit.
Salah seorang peserta tes, Ahmad Purwanto, merasa terbantu dengan tes masal. Apalagi, pengambilan sampel gratis untuk masyarakat umum. ’’Alhamdulillah, hasilnya negatif. Sebelumnya, saya waswas karena sering bertemu dengan banyak orang saat bekerja,’’ ucap pegawai bank tersebut.
Saksikan video menarik berikut ini:
from JawaPos.com https://ift.tt/3ex4Krq