JawaPos.com–Wali Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan, empat puskesmas pembantu (Pustu) di Kota Solo ditutup sementara tidak melayani pasien. Sebab, empat tenaga medisnya dari hasil pemeriksaan swab dinyatakan positif Covid-19.
”Empat Pustu yang ditutup sementara itu di Kecamatan Mojosongo dan Semanggi Solo. Karena empat tenaga kesehatan dinyatakan positif Covid-19,” kata Wali Kota Hadi Rudyatmo seperti dilansir dari Antara di Solo pada Selasa (2/6).
Menurut Rudyatmo, sebenarnya ada lima karyawan yang dinyatakan positif. Yakni, empat tenaga medis dan satu lainnya dari Dinas Sosial Kota Surakarta. Rudyatmo mengatakan, penutupan Pustu tersebut karena dilakukan penyeprotkan disinfektan sesuai protokol kesehatan.
Protokol kesehatan, kata Rudyatmo, dimulai dari pintu masuk pemeriksaan suhu badan dengan thermogun, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer masing-masing akan berlangsung secara rutin selama protokol kesehatan wajib dilaksanakan menuju new normal.
Menyinggung penerapan new normal di Solo, Rudyatmo mengatakan, evaluasi dilaksanakan setelah 7 Juni pencabutan status kejadian luar biasa (KLB). Penerapan new normal khusunya untuk tempat ibadah, sedangkan kegiatan di mal atau pusat perbelanjaan dengan batasan sesuai protokol kesehatan sudah dimulai.
”Evaluasi penerapan new normal akan ditentukan Rabu (3/6), dengan aturan Peraturan Wali Kota Surakarta (Perwali) sudah dibuat drafnya tinggal pengesahan saja,” terang Rudyatmo.
Rudyatmo yakin, Pemkot Surakarta akan mencabut KLB Covid-19 pada 7 Juni. Terutama tempat ibadah mulai digunakan, sedangkan lainnya sudah mulai diterapkan new normal.
”Pusat perbelanjaan atau mal sudah diterapkan new normal. Jika pengunjung masuk mengenakan masker, penjualnya juga sudah, tinggal kami memantau supaya protokol kesehatan betul-betul dijalankan dengan baik,” ujar Rudyatmo.
Pihaknya sudah mulai melakukan sosialisasi ke masyarakat dan tinggal menunggu penetapan perwalikota. Termasuk sosialisasi dari usul Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang merekomendasikan sekolah mulai dibuka paling cepat Desember. Namun, Pemkot Surakarta akan membuka sekolah mulai 13 Juli, tetapi jika melihat kondisinya belum baik untuk kegiatan belajar mengajar akan mengikuti apa yang direkomendasikan IDI/IDAI.
Menurut dia, proses kesehatan tersebut dari gugus tugas pusat yang juga melibatkan IDI/IDAI atau dokter penyakit dalam. Pihaknya harus melihat kondisi terkini perkembangan pandemi Covid-19 di Solo. Pemkot Surakarta sudah siap menuju new normal tersebut dan bekerja sama dengan rakyat, TNI, dan Polri mengawal tatanan baru masyarakat apakah sudah mengikuti sesuai protokol kesehatan atau belum.
Saksikan video menarik berikut ini:
from JawaPos.com https://ift.tt/300ZSa4