JawaPos.com – Secarik surat wasiat ditemukan polisi dari tangan pelaku penyerangan Polsek Daha Selatan. Dalam surat tersebut, pelaku menganggap perbuatan kejinya adalah bagian dari jihad untuk islam.
Surat tersebut ditulis pelaku dalam selembar kertas dengan tulisan tangan. Surat tersebut ditemukan petugas saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Polsek Daha Selatan.
Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Mochamad Rifa’i membenarkan surat tersebut milik pelaku penyerangan. “Betul,” ucapnya saat dikonfirmasi JawaPos.com, Selasa (2/6).
Kendati demikian, Rifa’i belum dapat memastikan apakah pelaku terlibat jaringan teroris tertentu. “Masih di dalami,” jelasnya.
Sebelumnya, OTK menyerang anggota Polsek Daha Selatan, Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) pada Senin (1/6) pukul 02.15 WITA. OTK tersebut melukai 2 anggota polisi dengan senjata tajam jenis samurai.
Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Mochamad Rifa’i mengatakan, tindakan tegas diambil oleh petugas kepada pelaku. Karena pelaku tak mau menyerahkan diri usai diberi peringatan .
“Mulanya, pelaku lebih dulu melakukan pembakaran mobil patroli Polsek Daha Selatan yang kemudian ia melakukan penyerangan kepada petugas menggunakan sebilah Samurai,” kata Rifa’i.
Akibat serangan ini, seorang petugas meninggal dunia. Tak berhenti disitu, pelaku kemudian melakukan penyerangan kepada anggota lainnya hingga membuat luka bacok.
Berikut isi surat wasiat milik pelaku penyerangan Polsek Daha Selatan:
Jalan Ini Hanya Untuk Islam
Hari ini aku telah datang dan memerangi kalian (Thogut)
Ada pesanku untuk ikhwan dimanapun berada bangun dan sadarlah.
Jihad ini tak akan pernah henti sampai kiamat sekalipun.
Maka bangun dan sadarlah dari tidur yang panjang ini.
Bangun dan Sadarlah.
Ana Abdurrahman
from JawaPos.com https://ift.tt/36VB6tE