Saluran Air Rusak, Penyebab Banjir di Kota Surabaya

JawaPos.com–Gorong-gorong di sepanjang taman mini Jalan Pandugo-Medokan Ayu, Rungkut, Kota Surabaya, sejak lama rusak. Hal itu dinilai menjadi penyebab banjir saat hujan deras beberapa hari lalu.

”Kondisinya memprihatinkan. Selain jalan rusak, gorong-gorongnya juga rusak dan tidak diperbaiki. Jadi wajar kalau di kawasan ini banjir saat hujan deras,” kata Sekretaris Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Surabaya Agoeng Prasodjo seperti dilansir dari Antara saat inspeksi di Jalan Pandugo-Medokan Ayu, Surabaya, pada Selasa (2/6).

Gorong-gorong yang terbuat dari batu kali itu rusak sudah cukup lama. Namun, bertahun-tahun belum kunjung diperbaiki atau diganti dengan yang baru. Setiap hujan deras dengan durasi waktu yang lama di kawasan tersebut selalu banjir. Banjir terparah terjadi di kawasan Wonoayu, Medayu Utara, dan Wonorejo pada saat hujan deras yang terjadi pada Kamis (28/5). ”Makanya kami inspeksi, untuk mengetahui penyebab terjadinya banjir,” ujar Agoeng Prasodjo.

Selain banyak gorong-gorong yang rusak dan mengakibatkan saluran air buntu, lanjut dia, juga banyak saluran air utama di jalan raya tidak terkoneksi dengan saluran air di perkampungan. ”Saya juga menemukan ada jembatan di arah Jalan Raya Medayu Utara yang tidak berfungsi, sehingga sering menutup aliran air,” terang Agoeng Prasodjo.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya meminta Pemkot Surabaya segera mengganti gorong-gorong yang rusak dengan yang baru, meninggikan jembatan, serta melakukan pengerukan saluran air di kawasan Medokan Ayu.

Hal sama juga dikatakan Wakil Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati. Dia mengatakan, gorong-gorong di Jalan Pandugo-Medokan Ayu tersebut sudah dalam tahap dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) APBD Surabaya 2020. ”Namun, karena ada wabah Covid-19, usul gorong-gorong itu belum terealisasi,” ujar Aning.

Sarmuji, salah seorang warga Wonoayu Surabaya, mengaku selama tinggal di Wonoayu, baru kali ini rumahnya kebanjiran akibat hujan deras. Untuk itu, dia berharap Pemkot Surabaya memperbaiki saluran air yang rusak di kawasan Medokan Ayu.

”Saluran air sangat krusial untuk sebuah kota seperti Surabaya. Memang ada pompa air yang bisa difungsikan jika air melebihi kapasitas saluran. Tapi pompa air sebenarnya pilihan terakhir. Harus dipastikan saluran air berfungsi dengan baik, baru berpikir tentang pompa,” kata Sarmuji.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati belum bisa dikonfirmasi terkait saluran air. Saat dihubungi melalui ponselnya tidak ada respons.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

from JawaPos.com https://ift.tt/2BpIQs5

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai