JawaPos.com – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) akan terus menguat. Bahkan, bisa di bawah Rp 14.200 per USD.
Hal tersebut ia sampaikan usai rapat terbatas Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Perubahan Postur APBN 2020 melalui telekonferensi pers, Rabu (3/6).
“Ini tentu saja kami juga masih melihat peluang ke depan untuk nilai tukar rupiah yang menguat,” kata dia.
Sebagai informasi, saat ini pada pukul 13.30 WIB, dikutip dari kurs tengah BI, rupiah berada di angka Rp 14.245 per USD atau naik 1,43 persen. Sebelumnya, pada Selasa (2/6), rupiah berada di angka Rp 14.415 per USD.
Kata dia, rupiah yang pada awal April sempat berada di posisi Rp 16.400 per USD mengalami kenaikan berkat koordinasi antar kementerian/lembaga dalam kebijakan fiskal dan moneter.
“Maupun juga di bidang sektor keuangan itu yang mendukung stabilitas dan confidence dari pasar, confidence dari investor dalam dan luar negeri untuk ekonomi kita,” ujar dia.
Sebelumnya, Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan bahwa perdagangan nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih dipengaruhi oleh sentimen dibukanya kembali perekonomian di beberapa negara pandemi. Rencana new normal di indonesia pun masih menjadi sentimen positif.
Selain itu, kata Ariston, kericuhan di AS yang masih belum selesai juga menjadi salah satu penekan dolar AS. Pasalnya, demo yang dipicu kematian George Floyd ini bisa mengganggu perekonomian AS.
“Support-nya sudah lewat, jadi bisa diganti ke 14.180, resisten di 14.400,” ujarnya dalam pesan singkatnya, Rabu (3/6).
Saksikan video menarik berikut ini:
from JawaPos.com https://ift.tt/2XrQURr