JawaPos.com – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menilai bahwa kondisi likuiditas di sektor perbankan masih terbilang baik. Melihat kemampuan perbankan yang hingga saat ini masih memberikan relaksasi dunia usaha dan kredit.
Keamanan industri perbankan nasional juga terlihat dari kepemilihan surat berharga negara (SBN), di mana SBN tersebut juga dapat dijaminkan (repo) kepada BI.
“Pendanaan likuiditas untuk relaksasi dunia usaha, relaksasi kredit dan sebagainya sesuai dengan PP Nomor 23 2020 tentu saja bank-bank akan memenuhinya dari repo SBN yang mereka miliki ke BI,” ujarnya usai rapat terbatas melalui telekonferensi pers, Rabu (3/6).
Kata dia, menyediakan dana likuiditas merupakan tugas BI sebagai bank sentral kepada para perbankan guna mendukung keberhasilan dari program relaksasi kredit yang dilakukan pemerintah sebagai bagian dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Secara keseluruhan, industri perbankan nasional saat ini memiliki SBN sekitar Rp 886 triliun. Di mana, sebesar Rp 520 triliun bisa di-repo-kan kepada BI untuk pendanaan relaksasi dunia usaha dan kredit, sebelum nanti memerlukan penempatan bantuan dana dari pemerintah.
“Bank-bank secara keseluruhan itu memang mempunyai SBN sejumlah sekitar Rp 886 Triliun, di mana di antaranya sejumlah Rp 520-an triliun itu bisa di-repo-kan,” tutupnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
from JawaPos.com https://ift.tt/2XxkJQZ