JawaPos.com – Rumah sakit (RS) darurat di Jalan Indrapura, Surabaya, akhirnya resmi beroperasi. Kemarin RS yang diinisiatori Pemprov Jatim itu diresmikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Manardo.
Kini RS darurat resmi menjadi rumah sakit rujukan di Jatim. Fasilitas itu dikhususkan bagi pasien dengan gejala ringan. ”Rumah sakit ini menjadi pendukung penindakan pasien positif Covid-19 di Jatim,” kata Doni.
Rumah sakit darurat tersebut memiliki sekitar 200 bed. Jumlah itu masih bisa ditambah sampai 300 bed. Bahkan, pada kondisi tertentu, jumlah bed masih bisa dimaksimalkan.
Dengan tambahan RS darurat, hingga saat ini total ada 100 RS yang menjadi rujukan pasien Covid-19 di Jatim. Gubernur Khofifah Indar Parawansa berharap penyembuhan pasien semakin maksimal. ”Dengan begitu, pasien yang sembuh/negatif terus bertambah,” ucapnya.
Selain jumlah RS rujukan yang bertambah, ada kabar positif lain. Jumlah pasien sembuh di Jatim meningkat. Kemarin, misalnya, ada 100 pasien sembuh/negatif.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Rumpun Kuratif dr Joni Wahyuhadi menyebutkan, persentase kenaikan pasien sembuh mencapai 2 persen. ”Sebelumnya, jumlah pasien sembuh hanya 13 persen. Kini menjadi 15 persen. Kami berharap terus naik dan penambahan pasien turun. Karena itu, kedisiplinan masyarakat harus ditingkatkan,” katanya.
Dalam peresmian itu, Doni datang bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Mereka disambut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa-Wagub Elestianto Dardak serta jajaran GTPP Covid-19 Jatim.
Saksikan video menarik berikut ini:
from JawaPos.com https://ift.tt/2zZFUSD