JawaPos.com – Perdagangan nilai mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih dipengaruhi oleh sentimen dibukanya kembali perekonomian di beberapa negara pandemi. Rencana new normal di indonesia masih akan menjadi sentimen positif.
Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, para pelaku pasar seakan tidak mau ketinggalan kereta dan berusaha segera masuk ke aset-aset berisiko untuk mendapatkan yield yang lebih tinggi. Seperti diketahui, mengutip kurs tengah Bank Indonesia (BI) saat ini rupiah berhasil mencuri peluang hingga bertengger menguat di level 14.245.
“Support-nya sudah lewat, jadi bisa diganti ke 14.180, resisten di 14.400,” ujarnya dalam pesan singkatnya, Rabu (3/6).
Selain itu, kata Ariston, kericuhan di AS yang masih belum selesai juga menjadi salah satu penekan dolar AS. Pasalnya, demo yang dipicu kematian George Floyd ini bisa mengganggu perekonomian AS.
“Di sisi lain pasar masih mewaspadai lanjutan isu ketegangan AS dan Tiongkok yang bisa membalikkan keadaan bila lanjut ke perang dagang,” pungkasnya.
from JawaPos.com https://ift.tt/2zMG4Ne