JawaPos.com – Sineas Spike Lee merilis sebuah film pendek yang menampilkan kebrutalan polisi dengan klip-klip terkait kematian George Floyd. Film pendek ini juga diiringi dengan cuplikan dari filmnya yang dinominasikan untuk Academy Awards berjudul Do the Right Thing (1989).
Berjudul Will History Stop Repeating Itself?, Lee mengunggah video itu di akun Twitter-nya.
Dikutip dari Variety, Lee dengan keras menyatakan, “Kami melihat ini lagi dan lagi dan lagi (kasus rasialis). Inilah masalahnya. Pembunuhan orang berkulit hitam adalah hal yang menjadi dasar dibangunnya negara ini,” ujar Lee keras.
3 Brothers-Radio Raheem, Eric Garner And George Floyd. pic.twitter.com/EB0cXQELzE
— Spike Lee (@SpikeLeeJoint) June 1, 2020
Dalam film pendek itu, Lee juga menyertakan kasus serupa yang menimpa orang kulit hitam lain yang bernama Eric Garner. Garner meninggal pada tahun 2014 di Pulau Staten setelah seorang petugas kepolisian New York City memberinya mencekiknya. Sebelum tewas, Garner sempat mengatakan dirinya tidak bisa bernapas sebanyak 11 kali. Garner dinyatakan meninggal di rumah sakit daerah sekitar satu jam kemudian.
Berdurasi 94 detik, film pendek Lee diakhiri dengan rekaman video Floyd yang viral ke seluruh dunia.
Spike Lee sendiri dikenal vokal dalam menyuarakan isu rasisme ke dalam bentuk film. Selain Do the Right Thing, ia juga menyutradarai Malcolm X, BlacKkKlansman, dan Da 5 Bloods yang akan rilis di Netflix bulan ini.
from JawaPos.com https://ift.tt/2XPSVpK