Terkait Penanganan Wabah Covid-19, Indonesia Bisa Mencontoh Jerman

JawaPos.com – Indonesia dan negara lainnya bisa mencontoh Jerman terkait penanganan wabah Covid-19. Hal tersebut dikatakan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federasi Jerman, Arif Havas Oegroseno saat sesi diskusi virtual, Selasa (2/6).

“Indonesia dan negara lain, dapat mencontoh cara Pemerintah Jerman mengendalikan wabah. Yang saya temukan pertama, kesiapan infrastruktur sistem kesehatan. Jerman merupakan salah satu negara di Eropa yang memiliki tempat tidur untuk layanan perawatan intensif terbanyak,” sebut Duber Arif Havas seperti dilansir Antara.

Selain itu, Jerman juga jadi salah satu negara dengan jumlah rumah sakit dan alat bantu pernapasan terbanyak di Eropa. Setidaknya ada sekitar 28.000 kasur yang tersedia di unit layanan intensif di Jerman. Otoritas setempat juga menambah sampai 40.000 tempat tidur selama pandemi Covid-19.

Sementara itu, jumlah rumah sakit di Jerman mencapai hampir 1.400. Sebelumnya, banyaknya jumlah rumah sakit sempat memicu kritik dari beberapa pihak karena banyak ruang kosong. Namun, adanya pandemi membuat kondisi itu jadi faktor yang menguntungkan bagi Jerman untuk cepat dalam merawat pasien Covid-19 dan menekan angka kematian.

“Pembangunan infrastruktur kesehatan yang dilakukan Jerman itu sesuatu yang sebaiknya ditiru banyak negara, termasuk kita di Indonesia,” ujar Dubes Arif Havas.

Tidak hanya itu, Arif Havas berpendapat Pemerintah Jerman cukup tanggap mengendalikan penyebaran virus Korona sehingga dampak wabah dapat cepat terkendali. “Faktor yang juga penting ada di tingkat kebijakan. Kasus pertama di Jerman ditemukan pada 27 Januari dan tidak lama kemudian tim pengendali virus Korona pun langsung dibuat,” bebernya.

Pemerintah Jerman juga mengadakan pertemuan rutin antara kanselir dan pimpinan negara bagian sebanyak satu kali tiap dua minggu. Adanya pertemuan berkala memungkinkan tiap pimpinan negara bagian menyampaikan perkembangan situasi penyebaran wabah sehingga masing-masing pihak mengetahui seberapa ketat pembatasan yang harus diterapkan guna mengurangi risiko penularan.

“Struktur pemerintahan di Jerman itu negara federal, salah satu hal yang penting untuk dipelajari lebih lanjut. Indonesia memang bukan negara federal, tetapi regionalisasi di sini sangat kuat,” jelas Dubes Arif Havas.

Sementara itu, Duta Besar Republik Federasi Jerman untuk Indonesia, Peter Schoof, menambahkan pemeriksaan Covid-19 secara massal juga jadi faktor penting untuk menghambat penyebaran virus Korona. Menurut dia, hasil pemeriksaan akan jadi data bagi pembuat kebijakan guna menentukan seberapa longgar pembatasan yang akan diberlakukan. Tidak hanya itu, hasil tes Covid-19 juga jadi acuan bagi pemerintah untuk bertindak cepat ketika kasus baru ditemukan.

Pemerintah Jerman melaksanakan pemeriksaan Covid-19 lewat rapid test secara menyeluruh sejak April. Setidaknya, 120.000 tes dilakukan per harinya di Jerman, negara dengan populasi sekitar 83 juta jiwa. Data Robert Koch Institute menunjukkan per 27 Mei 2020, jumlah warga yang telah menjalani pemeriksaan Covid-19 mencapai kurang lebih 3,9 juta jiwa.

Otoritas Jerman memberlakukan semi lockdown pada pertengahan Maret dan berakhir pada akhir Mei. Saat ini, beberapa pimpinan negara bagian telah mencabut sejumlah aturan pembatasan. Namun, mereka tetap mewaspadai adanya kasus penularan baru.

Saksikan video menarik berikut ini:

from JawaPos.com https://ift.tt/2zMnfd2

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai