Awas, 4 Jenis Kebohongan Ini Bisa Merusak Hubungan Rumah Tangga

JawaPos.com – Berbohong apapun alasannya tetap salah. Apalagi kepada suami atau istri karena bisa membahayakan jalannya rumah tangga. Berbohong akan membuat orang lain kecewa dan tak percaya lagi pada kita.

Faktanya, penelitian mengungkapkan bahwa, rata-rata orang berbohong kepada pasangan mereka tiga kali per minggu. Kadang-kadang memutarbalikkan kebenaran dalam suatu hubungan.

Tetapi ada jenis kebohongan lain yang jauh lebih jahat. Bahkan sifatnya bisa merusak perjalanan rumah tangga. Berikut adalah empat jenis kebohongan yang tidak boleh Anda lakukan dalam hubungan rumah tangga seperti dilansir dari YourTango, Kamis (4/6).

1. Berbohong Selingkuh

Kebohongan yang paling umum dilakukan pasangan adalah selingkuh. Tentu, selingkuh bisa merusak pernikahan.

Tetapi dengan menjadi tidak jujur, Anda akan kehilangan kepercayaan. Jangan pernah membuat Anda tersesat. Mulailah membangun kembali kepercayaan dan keintiman dengan pasangan.

2. Berbohong tentang Perasaan

Saat marah atau menyembunyikan sesuatu, seseorang akan berkata ‘saya tidak apa-apa’. Padahal hal itu bisa menyembunyikan kejujuran dari pasangan.

Menekan perasaan tidak akan membantu, dan berbohong tentang perasaan merupakan masalah bagi hubungan. Mendengar ungkapan ini sangat membuat frustrasi bagi para pria.

Percayalah, pria Anda ingin tahu apa yang membuat pasangannya kesal. Pria ingin melakukan segala daya untuk memperbaikinya. Jadi, jujur ​​dan katakan padanya bagaimana perasaan Anda. Dan bicaralah dari hati ke hati.

3. Berbohong Soal Hubungan Intim

Menurut penelitian, 80 persen pura-pura pura-pura orgasme selama hubungan intim. Bisa dipahami mungkin itu akan menghancurkan ego pria. Tapi pendekatan terbaik adalah menemukan cara untuk mengomunikasikan keinginan.

4. Berbohong tentang Uang

Masalah yang satu ini sabngat sensitif. Jangankan pada pasangan, pada teman atau orang lain saja, soal uang akan bisa memicu keributan. Maka didasari oleh cinta dan kepercayaan, semestinya Anda jangan pernah menutupi apapun soal keuangan.

Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Endowment Nasional untuk Pendidikan Keuangan, satu dari tiga orang dewasa telah menggabungkan uang mereka dalam hubungan pernikahan. Dalam satu jajak pendapat, 67 persen pasangan mengatakan bahwa berbohong tentang uang menyebabkan pertengkaran. Sementara 42 persen mengatakan hal itu menyebabkan kurang percaya pada hubungan.

Lebih buruk lagi, banyak penelitian telah mengkonfirmasi bahwa pertengkaran atas uang adalah faktor utama perceraian. Terlepas dari pendapatan pasangan, utang, atau kekayaan bersih.

“Sebagian besar masalah uang sebenarnya bukan tentang uang. Pasti ada hal lain,tapi faktor pemicunya adalah uang,” kata Penulis The Heart of Money, Deborah Price.

Jadi, lakukan diskusi terbuka dan jujur ​​tentang keuangan Anda untuk mencari solusi. Jangan biarkan masalah uang bisa membuat suasana rumah tangga menjadi buruk.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

from JawaPos.com https://ift.tt/3ePH3uQ

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai