Banyak Digunakan di Masa Pandemi, Moeldoko Apresiasi Penggunaan PJJ

JawaPo.com – Selama tiga bulan terakhir, praktis pendidikan secara tatap muka tidak bisa dilaksanakan. Mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini sampai pendidikan tinggi, menghentikan pembelajaran di kelas. Sebagai gantinya pendidikan digelar secara jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran online.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersyukur, selama pandemi Covid-19 proses pendidikan tidak terputus. Meskipun tidak bisa digelar di ruang kelas atau kampus, siswa tetap memperoleh layanan pendidikan. Pria yang menjadi Ketua Umum Ikatan Alamni Univeristas Terbuka (IKA-UT) itu juga mengapresiasi sistem PJJ yang sudah dibangun oleh UT.

’’Sistem PJJ di UT sudah dikembangkan sejak 35 tahun silam,’’ katanya Kamis (4/6). Dengan adanya sistem PJJ yang sudah mapan itu, mampu mendukung program pemerintah yang menempatkan pembangunan SDM pada posisi pertama. Dia menjelaskan untuk menuju Indonesia Maju, perlu pengedepankan pembangunan SDM.

Moeldoko juga mengatakan wabah Covid-19 yang muncul di Indonesia, telah membawa dampak positif bagi peran orang tua. Dia mengatakan dengan sistem belajar dari rumah, orang tua memiliki peran lebih besar dalam pendidikan karakter anak. ’’Di sisi lain para guru dapat melatih keterampilan dalam memanfaatkan teknologi,’’ jelasnya.

Isu tentang pemanfaatan PJJ sebagai pilihan di tengah pandemi Covid-19 sebelumnya dibahas dalam seminar online nasional yang digelar IKA-UT bersama UT dan sejumlah pihak lain Rabu (3/6). Rektor UT Ojat Darojat mengatakan, mereka telah membantu penyelenggaraan interaksi akademik melalui pembalajaran online atau PJJ.

Dia mengungkapkan, terjadinya pergeseran paradigma pembelajaran dari pola tatap muka menjadi blended learning maupun fully online. Sistem blended learning adalah penggabungan pembelajaran online dengan tatap muka. Dalam pelaksanaan PJJ, menurut Ojat yang cukup penting adalah pembuatan bahan ajar digital. ’’PJJ menjadi program strategis yang dibutuhkan semua perguruan tinggi,’’ kata Ojat.

Meskipun begitu penerapan PJJ berbasis online di Indonesia masih memiliki sejumlah tantangan. Diantaranya adalah akses internet. Koordinator Presidium HIMPUNI (Perhimpunan Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia) Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar mengakui bahwa masih terdapat daerah yang belum mendapatkan akses internet. Dia berharap pemerintah terus mengebut program perluasan jaringan internet di Indonesia.

from JawaPos.com https://ift.tt/3ePrKlU

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai