JawaPos.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir berada pada reli positif atau mengalami kenaikan. Pasalnya, ketika masuknya pandemi Covid-19 di Indonesia, IHSG terperosok hingga di bawah level 4.500.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menjelaskan bahwa sentimen positif ini dipengaruhi oleh berbagai kebijakan yang sudah dikeluarkan terkait pasar modal.
“Beberapa minggu terakhir sudah lebih banyak mulai hijau, terakhir kemarin lihat hari ini indeksnya sudah 4.900 ya. Ini karena kita sudah mengeluarkan berbagai kebijakan sehingga ini direspon positif,” terangnya melalui video conference, Kamis (4/6).
Kebijakan-kebijakan relaksasi di pasar modal ini juga di maksudkan agar sektor riil tidak mengalami dampak negatif yang terlalu besar. Apalagi, sektor riil benar-benar mengalami penurunan kinerja sejak adanya Covid-19.
Sebelumnya, IHSG bertengger di atas 6.000 poin ketika belum ada pandemi global. Namun, pada awal Maret, perlahan-lahan turun secara drastis.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya pun mengeluarkan sejumlah kebijakan agar penurunan tidak terlalu dalam. Salah satunya adalah memperpendek batas auto rejection (batas maksimal penurunan saham).
“Kita menahan jangan sampai penurunan saham yang terlalu drastis ya, itu kita melakukan berbagai kebijakan, di antaranya memperpendek atau rentang auto rejection,” ujarnya.
Selain itu, Wimboh juga menyebutkan bahwa para emiten saat ini dapat membeli kembali saham (buyback) di pasar saham tanpa melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
“Ini semua bukan berarti menghindar, tapi hanya sekedar tensinya supaya tidak terlalu dalam, dan alhamdulillah khusus yang faktor ini sentimen positif sudah mulai hadir,” tutupnya.
from JawaPos.com https://ift.tt/2U9eYXs