JawaPos.com – Keberhasilan menangkap eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman dan menantunya, Rezky Herbiyono, belum sepenuhnya memulihkan kepercayaan terhadap KPK. Masih ada tanggungan lembaga antirasuah itu untuk menemukan buron kasus korupsi yang lain.
Ada sejumlah tersangka yang kini dalam pelarian. Misalnya, Izil Azhar alias Ayah Marine, Harun Masiku, serta Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim.
Di antara para buron tersebut, penangkapan bekas calon anggota legislatif (caleg) DPR dari PDI Perjuangan Harun Masiku paling ditunggu. Sebab, kasus penyuapan eks komisioner KPU Wahyu Setiawan yang melibatkan Harun diwarnai kontroversi.
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana mengatakan, apabila Harun masih berkeliaran, persepsi masyarakat akan semakin kuat terkait tidak seriusnya komitmen Ketua KPK Firli Bahuri terhadap penanganan kasus tersebut. ’’Sedari awal ICW tidak percaya terhadap komitmen ketua KPK yang menyebutkan akan serius menangani perkara yang melibatkan Harun Masiku,’’ ujar Kurnia kepada Jawa Pos kemarin (3/6).
Menurut dia, sejak dilakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Januari lalu, banyak informasi yang terkesan disembunyikan KPK. Salah satunya, polemik penggeledahan di kantor PDIP.
Kurnia menduga kontroversi itu sengaja diciptakan agar Harun Masiku tidak tertangkap. Dugaan itu diperkuat dengan pergantian tim di satuan tugas (satgas) yang menangani perkara tersebut. ’’Apa urgensinya (mengganti tim yang menangani perkara Harun)?’’ cetusnya.
Secara teknis, pencarian buron di KPK dilakukan satgas yang menangani perkara. Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, Nurhadi ditangkap tim satgas yang dipimpin Novel Baswedan. Sementara itu, satgas yang menangani perkara Harun dipimpin penyidik KPK dari institusi kepolisian berinisial W.
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango enggan berkomentar soal perbedaan kerja tim pencari Harun dengan tim yang menangkap Nurhadi. Dia hanya meminta semua pihak menunggu perkembangan pencarian Harun. ’’Kita lihat saja nanti,’’ katanya.
Pihaknya sudah memerintah semua tim satgas untuk mengintensifkan pencarian tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) alias buron. Perintah itu disampaikan beberapa waktu lalu setelah dia ditunjuk sebagai pimpinan yang mengurusi bidang penindakan. ’’Saya baru ditunjuk sebagai pimpinan yang membawahkan bidang penindakan,’’ tutur mantan hakim itu.
Dia memastikan bahwa perintah untuk mencari para buron tersebut sudah diketahui pimpinan yang lain. Termasuk Ketua KPK Firli Bahuri. ’’Jadi, tidak benar kalau apa yang saya lakukan tidak diketahui pimpinan lain,’’ ungkap dia yang meluruskan isu perseteruan di kalangan pimpinan KPK terkait penangkapan Nurhadi.
Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud MD mengapresiasi keberhasilan KPK menangkap Nurhadi. ’’Itu membuktikan bahwa KPK bekerja serius mengurus (perkara) Nurhadi,’’ imbuhnya.
Kemarin sore Mahfud bertemu Firli Bahuri. Dia menyampikan dukungan Kemenko Polhukam terhadap KPK.
from JawaPos.com https://ift.tt/2XwCzmW