JawaPos.com – Membaca komik niscaya menimbulkan keasyikan yang menyenangkan. Hampir semua orang pernah memiliki pengalaman membaca cerita bergambar atau komik. Dalam perkembangannya, komik menawarkan gaya atau genre yang beragam berdasar bentuk dan penciptaannya. Salah satunya adalah komik strip.
Melalui program bertajuk Otak Atik Komik, Galeri Nasional Indonesia mengajak publik untuk mengenal lebih dekat dengan genre ini dalam program Edukasi Kreatif yang menghadirkan Beng Rahadian sebagai narasumber. Diskusi yang dilangsungkan melalui jalur daring dengan menggunakan aplikasi zoom tersebut dimoderatri oleh Aruga, Ketua Komunitas Komik Berbasin Online (Komikin).
Dalam diskusi tersebut, Beng yang juga pengajar Ilustrasi di Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta menyebut, komik strip muncul seiring dimulainya penerbitan media. Karena itulah komik strip kerap identik dengan media massa yang memuatnya. ’’Komik strip memiliki format yang sederhana, yakni hanya terdiri dari beberapa panil saja sehingga membuatnya mudah dibaca dan diingat. Komik strip selain berfungsi sebagai hiburan saat senggang, juga menjadi corong editorial yang mewakili sikap sebuah media massa,’’ katanya.
Memasuki era digital serta maraknya media sosial yang bisa diakses setiap orang, komik strip mampu beradaptasi dan tetap eksis hingga saat ini. Menurut Beng, komik strip berubah menjadi ekspresi personal yang mewakili pandangan pribadi. ’’Tentu hal ini mengubah banyak hal, baik dari keragaman gaya maupun konten pola baca dan para pelakunya,’’ ujarnya.
Diskusi tersebut tidak hanya berisi omong-omong belaka. Tips dan trik bagaimana membuat komik juga disajikan kepada para peserta. Kepala Galeri Nasional Indonesia Pustanto menyebut program tersebut adalah forum diskusi sekaligus ruang berbagi pengalaman di sekitar seluk beluk komik strip. Menurutnya, program ini tak hanya mengasah keahlian secara teknis, namun juga melatih cara berpikir kritis, sekaligus peka terhadap kondisi di sekitarnya. ’’Karena itulah komik strip tak hanya membutuhkan sisi artistik, namun juga kecerdasan berpikir,’’ pungkasnya. (tir)
from JawaPos.com https://ift.tt/2XWZrLh