Tak kurang dari 221 ribu calon jamaah haji (CJH) reguler dan khusus gagal menjalankan rukun Islam kelima tahun ini. Kementerian Agama Republik Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 mengenai pembatalan itu.
BUDI SETYAWAN, Kendal, Jawa Pos
—
SIAP lahir batin, tetapi pasutri Sarnoto, 50, dan Sri Murniati, 45, kembali harus mengubur keinginan ke Tanah Suci. Tahun lalu mereka masuk daftar cadangan jamaah haji. Namun, gagal berangkat karena kuota penuh.
”Tahun ini kami berharap berangkat, tapi malah ditunda,” kata Murniati, warga Desa Kebonadem, RT 01, RW 01, Kecamatan Brangsong, Kendal, Jawa Tengah.
Sarnoto menjelaskan, mereka sudah mengikuti manasik dan menghafal berbagai doa sejak Januari. Begitu pula dengan kain ihram, telah disiapkan. Murniati bahkan membeli oleh-oleh yang sedianya dibagikan saat pulang nanti. Ada sajadah, mukena, kopiah, sampai teko arab kuningan. ”Syukuran sebelum keberangkatan juga sudah siap,” tuturnya.
Meski sedih dan kecewa, mereka memaklumi kondisi. ”Yang terpenting, kami sudah ada niat haji dan memenuhi segala persyaratannya. Perihal penundaan itu di luar kuasa kami. Husnuzon saja, Allah pasti punya rencana yang lebih baik,” ucap Sarnoto.
***
Calon Amirulhaj

”UJIAN kepada kita, khususnya umat Islam, terus bertambah. Ibadah haji 2020 dari Indonesia terpaksa ditiadakan karena pandemi Covid. Insya Allah, ini keputusan terbaik walau sangat pahit. Kepada warga Jawa Barat yang tertunda hajinya, semoga dikuatkan kesabarannya. Saya pun sangat bersedih. Karena sedianya tahun ini akan mengawal 38 ribu jamaah haji Jawa Barat sebagai amirulhaj. Tentunya ini juga tertunda. Mari terus berdoa agar pandemi Covid segera berlalu dan ibadah haji bisa digantikan di tahun depan.”
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
Tetap Simpan Pelunasan

”KECEWA pasti. Karena kami sudah antre dalam waktu yang sangat lama. Sepuluh tahun. Semua sudah dipersiapkan. Namun, alasan penundaan sangat kuat dan riil, kami pun bisa menerima dengan hati lapang demi kebaikan bersama. Ini kan penundaan dan diberangkatkan tahun depan. Biaya pelunasan bisa diambil, namun karena saya sudah niat untuk berhaji, jadi saya simpan saja untuk tahun depan. Semoga tahun depan tidak ada halangan lagi.”
Wakil rektor IV Universitas Airlangga Prof Junaidi Khotib
Menabung Sabar
”SEHARUSNYA saya berangkat haji tahun ini. Saya sudah mendaftar dengan istri sejak 10 tahun lalu. Sejak virus korona melanda seluruh dunia, saya tidak pernah lepas update berita tentang Arab Saudi. Dibukanya kembali Masjid Nabawi membuat saya ada harapan untuk berangkat. Namun, ternyata pemerintah membatalkan keberangkatan. Berbagai rangkaian persiapan sudah saya ikuti, seperti manasik haji, pada Januari lalu. Kemudian tes kesehatan. Kalau ingat itu, saya rasanya mbrebes mili, saya ingin ke Tanah Suci. Merinding rasanya kalau ingat akan ke sana. Namun, sepertinya Allah meminta saya untuk lebih ikhlas dan bersabar lagi kali ini.”
Hari Agung Irawan, pengusaha asal Surabaya
from JawaPos.com https://ift.tt/3dyh2jd