Pemerintah Siapkan Tambahan Dana Khusus PEN Rp 52,57 Triliun

JawaPos.com – Pandemi Covid-19 telah memukul dunia usaha secara keseluruhan, tak terkecuali Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam membantu mempercepat pemulihan BUMN sehingga bisa berkontribusi pada pemulihan perekonomian, pemerintah menyiapkan stimulus khusus dalam bentuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Adapun, PEN sendiri merupakan bantuan dana untuk BUMN yang terdampak Covid-19.

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo menuturkan saat ini anggaran dana yang dialokasikan untuk program PEN sebesar Rp 52,57 triliun. Ia pun kembali mengingatkan bahwa dana tersebut bukan tambahan untuk anggaran sebelumnya yang sebesar Rp 152,15 triliun, hanya dipisah saja.

“Itu bukan tambahan, itu hanya realokasi saja, dipisah (antara APBN 2020 dan PEN),” ungkapnya kepada JawaPos.com, Kamis (4/6).

Adapun, rinciannya adalah untuk subsidi listrik kepada PT PLN sebesar Rp 6,92 triliun. Kemudian, bantuan sosial untuk Perum Bulog sebesar Rp 10,5 triliun.

Untuk dana penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 15,5 triliun. Meliputi  Hutama Karya Rp 7,5 triliun, PT BPUI 6 triliun, PT PNM 1,5 triliun dan ITDC Rp 500 miliar. Kemudian, dana talangan modal kerja sebesar Rp 19,65 triliun. Rinciannya, Garuda Indonesia Rp 8,5 triliun, KAI Rp 3,5 triliun, PTPN Rp 4 triliun, Krakatau Steel Rp 3 triliun dan Perumnas 650 miliar. Jika di total jumlahnya Rp 52,57 triliun.

“Untuk yang murni PEN dan talangan itu yang Rp 52,57 triliun. Itu misahin aja sebelumnya, dari yang dulu digelondongin sekarang dipisah, makanya dikeluarkan yang Rp 90-an sekian triliun (Rp 99,58 triliun) itu, dan sekarang yang tersisa itu murni PEN, jadi yang PLN dan Pertamina (APBN 2020) itu dikeluarkan aja,” ujarnya.

Seperti diketahui, sebelumnya, alokasi anggaran untuk PEN yang juga digabung dengan APBN sebesar Rp 152,15 triliun.

from JawaPos.com https://ift.tt/3cxDE2a

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai