JawaPos,com – Mantan pembetot bass band grunge Nirvana, Krist Novoselic menjadi bulan-bulanan warganet Amerika Serikat setelah memuji pidato Presiden AS Donald Trump. Novoselic bahkan terpaksa menutup akun Twitter-nya akibat bully-an yang ia terima.
Dilansir dari Kerrang!, caci maki terhadap Novoselic berawal dari tulisannya di Facebook soal pidato Trump pada 1 Juni lalu yang membahas soal penanganan kerusuhan di Negeri Paman Sam akibat kematian George Floyd.
Dalam tulisannya, Novoselic menulis bahwa pidato Trump betul-betul punya kekuatan yang sanggup membuat orang-orang yang hadir dalam konferensi pers terdiam. Novoselic mengatakan bahwa apa yang dikatakan Trump semata-mata hanya untuk mengembalikan kedamaian di AS yang tengah bergolak.
“Aku tahu beberapa dari kalian sudah tidak tahan dengannya. Tapi apa yang dikatakannya betul-betul tepat sasaran dan punya pesan yang sangat kuat,” ujar Novoselic.
Meski tidak setuju dengan rencana Trump menurunkan kekuatan militer untuk meredam kerusuhan, Novoselic tetap merasa bahwa apa yang dikatakan Trump secara garis besar adalah untuk kebaikan Amerika. Novoselic bahkan ikut mengkritik peran media yang seolah terus membuat suasana kerusuhan bertambah panas.
“Foto-foto yang beredar di media semakin membuat saya melihat bagaimana negara ini sudah sangat terpolarisasi. Bahkan pakai masker pun bisa dianggap sebuah gerakan politik. Presiden Trump mengatakan ini demi kebaikan bersama,” ujar Novoselic.
Ucapan tersebut rupanya memancing amarah para netizen AS, khususnya mereka yang sudah sangat sebal dengan kepemimpinan Trump. Mereka ramai-ramai menghujat mantan partner Kurt Cobain dan Dave Grohl tersebut.
Tak butuh waktu lama, Novoselic pun menutup akun Twitter miliknya akibat hujatan bertubi-tubi yang tak kunjung usai. Tak cuma itu, Novoselic juga membuat halaman fan page di Facebook-nya menjadi privat agar tidak semua orang bisa masuk ke dalamnya.
Novoselic pun kemudian memberikan klarifikasi bahwa pujian yang ia lontarkan tersebut semata-mata hanyalah pandangan pribadi tanpa unsur politis.
“Saya tidak berada di pihak partai atau kandidat tertentu. Saya pribadi juga sangat menentang fasisme dan kepemimpinan otoriter. Terima kasih yang sudah membaca ini,” ujarnya.
from JawaPos.com https://ift.tt/3cuVnXZ