Seluruh ASN Pemkab Probolinggo Jalani Tes Cepat Covid-19

JawaPos.com–Seluruh ASN yang tersebar di organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jawa Timur, menjalani tes cepat Covid-19 secara masal di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo secara bertahap 3 hingga 8 Juni. Tes cepat Covid-19 itu menindaklanjuti arahan Bupati Probolinggo guna memastikan kesehatan ASN dalam kondisi baik dan sekaligus untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

”618 orang ASN pada 14 OPD akan menjalani tes cepat di lingkungan kerja Kantor Bupati Probolinggo secara bertahap,” kata Juru Bicara Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Anang Budi Yoelijanto seperti dilansir dari Antara di Probolinggo pada Kamis (4/6).

Menurut dia, teknis pelaksanaan tes cepat Covid-19 secara masal tersebut melibatkan dua tim dari petugas UPT Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Probolinggo dan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. ”Kedua tim tersebut setiap harinya diharapkan mampu memeriksa 150 sampel darah melalui metode kapiler, sehingga dibutuhkan waktu empat hari untuk menyelesaikan tes cepat masal itu,” tutur Anang.

Dia mengatakan, untuk hasilnya akan direkap secara keseluruhan setelah semua ASN melakukan tes cepat Covid-19 dan kalaupun nanti ada yang reaktif, sesuai dengan protokol kesehatan dilakukan pemeriksaan swab. ”Kalau hasilnya ada yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, selanjutnya akan diisolasi mandiri di rumah sehat Kabupaten Probolinggo untuk mendapatkan perawatan dan penanganan yang tepat,” ujar Anang.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengatakan, tes cepat secara masif merupakan langkah antisipatif seperti yang telah dilakukan sebelumnya di wilayah-wilayah berisiko tinggi, seperti pasar, swalayan, dan kontak erat dari kasus konfirmasi positif.

”Ini merupakan arahan dari Ibu Bupati kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk melakukan screening secara luas guna mencegah fenomena gunung es,” tutur Yulius.

Dia menjelaskan, orang yang terpapar virus korona belum terdata secara menyeluruh. ”Harapannya adalah ditemukan sedini mungkin, kemudian dilakukan langkah antisipasi agar tidak menular lebih luas ke tengah masyarakat,” ucap Yulius.

Saksikan video menarik berikut ini:

&nbsp:

 

from JawaPos.com https://ift.tt/3ctFsJr

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai